Anak Demam Pasca Imunisasi? Jangan Panik!

Ketika anak lahir, secara tidak langsung tubuh anak sudah memiliki antibodi bawaan yang didapatkan dari ibunya saat masih berada di kandungan. Namun, antibodi ini hanya bertahan beberapa minggu atau bulan saja, sehingga setelahnya anak akan rentan terserang berbagai jenis penyakit.

Oleh karena itu, imunisasi sangat penting dilakukan untuk melindungi tubuh anak dari penyakit serius. Dengan melakukannya secara rutin sesuai jadwal dan tahapan usianya, kekebalan tubuh anak bisa meningkat sehingga mampu melawan penyakit. Sayangnya, sebagian orang tua enggan mengimunisasi anaknya karena efek samping yang ditimbulkan pasca imunisasi, misalnya sebagai berikut:

- Menjadi lebih rewel.
- Kulit menjadi kemerahan.
- Bengkak.
- Demam ringan hingga tinggi.

Efek samping pasca imunisasi merupakan hal yang normal karena akan hilang dalam waktu 1-2 hari, walaupun dalam beberapa kasus bisa berlangsung lebih lama, tetapi kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan.

Apakah demam pasca imunisasi berbahaya?

Imunisasi dasar ada 5 jenis yaitu imunisasi hepatitis B, imunisasi polio, imunisasi BCG, imunisasi DPT, dan imunisasi campak. Dari kelima jenis imunisasi tersebut, hanya imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) dan mungkin campak yang dapat memberikan respons demam setelahnya, meski tidak semua anak akan mengalami demam juga.

Demam pasca imunisasi bukan kondisi yang berbahaya, melainkan suatu bentuk respons tubuh anak dalam membentuk sistem kekebalan baru gabungan dari vaksin yang
disuntikkan, sehingga terjadi peningkatkan suhu tubuh. Oleh karena itu, tak perlu panik.

Berikut ini empat langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak yang demam pasca imunisasi:

- Kompres bekas suntikan yang biasanya terdapat pada lengan atau paha dengan air dingin.
- Berikan cairan untuk menambah tenaga (ASI atau air buah). Hal ini dikarenakan ASI mampu menurunkan demam anak karena kandungan senyawa anti peradangan di dalamnya.
- Pastikan anak menggunakan pakaian yang nyaman agar tidak kedinginan.
- Berikan obat penurun panas bila diperlukan.

Itulah beberapa tips yang bisa coba dilakukan, tetapi jika demam yang anak Anda alami tak kunjung menurun atau semakin tinggi lebih dari 40 derajat celcius disertai berbagai gejala seperti lesu dan rewel, segera periksakan ke dokter spesialis anak.
Penanganan yang tepat dan cepat akan meminimalisir risiko yang terjadi.







disadur dari: siloamhospitals.com


Dr. dr. Naomi Esthernita Dewanto, Sp.A(K)
Dokter spesialis anak konsultan neonatal
Siloam Hospitals Kebon Jeruk